Paket Tour Sabang, termurah 2017.
Dimana Sabang adalah Salah satu pulau yang berada di daerah Aceh. Kota ini berupa kepulauan di seberang utara pulau Sumatera, dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesarnya.
Kota Sabang merupakan zona ekonomi bebas Indonesia, ia sering disebut sebagai titik paling utara Indonesia, tepatnya di Pulau Rondo.
Nikmatilah perjalanan menyenangkan bersama kami, kami menyediakan berbagai macam Paket Wisata yang bisa anda nikmati bersama Keluarga, Teman-teman dan Rombongannya.
Harga relatif murah, khusus kami berikan untuk anda yang sedang mencari teman wisata anda.
Selama perjalanan, anda akan kami buat terpesona dengan keindahan alam yang berada di kepulauan sabang ini. Beraneka macam Objek Wisata dan tempat-tempat yang indah akan kita kunjungi selama disana nantinya.
Kita akan pergi ke tempat bersejarah, taman tepi laut, melihat keindahan biota bawah lautnya, dan masih banyak lagi objek-objek yang dapat membuat suasana anda terhibur, bakalan banyak kata-kata yang mengagumkan pasti akan keluar dari mulut kita nantinya..
Tunggu Apalagi,
Cek Informasi nya sekarang
Hubungi kami segera
WA / CALL : Devi = 0823 6120 6130
Email : Aso_wisata@yahoo.com / Deviyanti_mpi77@yahoo.com
Ladies and Gentlemen,.. Welcome To Sabang ........... Selamat datang ke Sabang. Dimana Sabang adalah Salah satu pulau yang bera...
Masakan Khas Aceh, Ready paket Promo Tour ke Aceh
Ayo jalan-jalan ke Aceh. Aceh adalah satu wilayah Indonesia yang berada di ujung Sumatera, Selain Jalan-jalan, kurang afdhol rasanya jika kita tidak menikmati masakan khas Aceh yang bisa bikin kamu ketagihan, tak jarang mereka yang mencoba nya sekali bisa berkali-kali untuk mencobanya. Wah kebayang ngga sih, saking enaknya tuh bisa nambah lagi dan lagi. Banyak sekali Kuliner Aceh yang bisa kamu coba, hingga tak jarang masakan-masakan Aceh ini sudah terkenal hingga ke seluruh Indonesia.Marilah kita cek segera, masakan-masakan khas Aceh yang sudah melegenda tersebut, ..
1. Mie Aceh
Mie Aceh terkenal dengan banyaknya bumbu dan rempah-rempahnya, dengan kuah kental dan aromanya yang khas membuat siapa saja yang mendekat jadi kepengin untuk mencicipi. Banyak menu Mie Aceh ini yang dapat kamu pesan sesuai dengan seleramu. Menu-menu Mie Aceh tersebut salah satunya ialah Mie Aceh dengan Kepiting, Udang, Cumi-cumi dan Daging Sapi.
Kurang lengkap jika menikmati Mie Aceh tanpa minuman-minuman segar. Untuk menemani makanan lezat ini maka harus kita pesan juga minuman es timun serut, jika es timun ini sudah siap, maka inilah saatnya kita untuk menikmati Mie Aceh. Sekedar Informasi es timun serut ini adalah minuman favorit untuk melengkapi makanan-makanan khas tersebut.
2. Ayam Tangkap
Tadi kita sudah bahas tentang Mie Aceh, Sekarang tiba waktunya kita untuk membahas tentang Ayam Tangkap. Jika ke Aceh, wajib hukumnya untuk mencoba hidangan ini. Kenapa, karena makanan ini sangat lezat loh. Ayam tangkap ini adalah Ayam Kampung yang di goreng kering dengan dilengkapi dengan bumbu,
kunyit dan bahan-bahan lainnya, Digorng dengan Jeruk Nipis, Daun Kemurui, serai, dan jeruk perut, dan daun pandan. Saat di sajikan, Aroma Khas dari Ayam tangkap yang berminyak akibat di goreng ini dijamin akan membuat lidah semua yang mencoba bergoyang, Lebih enak lagi Ayam Tangkap disantap dengan Sambal Kecap, Saos, sesuai selera anda,.
3. Gulai Pliek U
Bahan utama gulai ini adalah kelapa parut yang sudah difermentasi selama sekitar dua hari, yang kemudian dimasak dengan beragam rempah-rempah. Kemudian, gulai kuning ini ditambah beragam sayur, seperti
Lebih uniknya lagi, di beberapa rumah makan, Gulai Pliek U ditambah dengan chu atau siput sungai. Dijamin, gulai ini membuat santap siangmu jadi makin nikmat.Ajib banget .....
nangka, labu siam, daun melinjo, melinjo, dan kacang panjang.
Uniknya, Gulai Kambing di Aceh dimasak pula dengan potongan nangka muda. Rasa rempah-rempahnya
sangat kuat sehingga daging kambing tak terasa amis atau bau. Aroma yang dihasilkan mampu menghipnotis orang untuk mencobanya. Buat penggemar daging kambing, menu gulai ini wajib dicoba.
5. Martabak Telur
Hampir sama dengan di Padang, martabak telur di Aceh terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan
irisan daun bawang dan berbagai sayur. Biasanya martabak ini disajikan dengan acar bawang merah dan cabai rawit. Kedai martabak bisa ditemukan di sepanjang jalan di Kota Banda Aceh.
6. Roti Selee Samahani
Roti Selee sebenarnya adalah roti tawar yang menggunakan selai srikaya. Tentunya, selai srikaya yang
dipakai diproduksi sendiri oleh warungnya, bukan dari selai botolan. Roti yang digunakan juga roti kampung yang sederhana, bukan roti tawar seperti pada umumnya. Tapi untuk urusan rasa, enak banget.
7. Sanger
Sanger adalah minuman kopi susu khas Aceh yang terbuat dari kopi saring, susu kental manis, dan gula.
Sanger ini sangat nikmat karena dibuat dengan teknik kopi tarik. Semua warung kopi di Aceh menyediakan sanger, jadi mesti kamu coba. Biasanya kopi yang digunakan berjenis robusta atau yang mereka sebut kopi kampung. Tapi, ada juga yang menggunakan arabika.
Ayo jalan-jalan ke Aceh. Aceh adalah satu wilayah Indonesia yang berada di ujung Sumatera, Selain Jalan-jalan, kurang afdhol rasanya jika ki...
Harga Paket Wisata Aceh Terbaru 2017, Ready Paket 3h2m/ 4h3m / 5h4m.
Untuk anda yang sedang memerlukan atau sedang mencari informasi tentang detail info Paket Wisata ke Aceh beserta harga paket nya, berikut akan kami beritahukan informasi tersebut sedetail-detailnya .........Silahkan hubungi kami melalui,....
Hp / Whatshapp : 0823 6120 6130
Email : aso_wisata@yahoo.com / deviyanti_mpi77@yahoo.com
Pin BBM : D080B36B
Untuk anda yang sedang memerlukan atau sedang mencari informasi tentang detail info Paket Wisata ke Aceh beserta harga paket nya, berikut ak...
Wisata ke Takengon-Aceh, Negeri Di Atas Awan. Ready Paket Wisata 3h2m / 4h3m / 5h4m
Selama ini mungkin kita pernah mendengar cerita dari mulut ke mulut tentang indahnya Kota Takengon ini tanpa mengunjungi secara langsung kota tersebut. Untuk meringankan keinginan anda tersebut, oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami menulis tentang Kota Takengon, Kota dengan Objek wisata yang lebih terkenal dengan sebutan Negeri Di Atas Awan.
Kota Takengon berasal dari Bahasa Aceh yaitu yang berarti "Tikungan" yang arti nya kelokan, karena untuk menuju ke kota ini harus melewati rute tanjakan perbukitan dan menelusuri lereng-lereng gunung dengan jalan berkelok-kelok yang terjal dan curam, dengan jurang kadang disebelah kiri dan kadang disebelah kanan, penuh pepohonan lebat sepanjang jalan. Kota Takengon sangat terkenal dalam berbagai macam hal, baik itu objek wisata, kuliner, pemandangan alam, refreshing, bersepeda, sehingga tempat ini menjadi destinasi yang sangat tepat untuk dikunjungi bagi Anda yang sedang memerlukan refreshing, jenuh dengan pekerjaan yang begitu banyak, liburan akhir tahun maupun liburan sekolah. Namun tetap gunakan kebutuhan akan wisata menjadi kegiatan yang positif, bersyukur dengan cara tidak merusak alam ciptaan Allah Subhanahu Wata'ala yang indah dan mempesona di bumi Indonesia ini.
![]() |
| Takengon, Negeri Di Atas Awan |
Pemandangan alam yang begitu mempesona dan memanjakan mata terus terasa sepanjang perjalanan ke kota diatas awan ini. Jalan yang Melewati kaki Gunung Geureundong dengan jalannya yang berliku-liku membuat kepala kita sedikit pusing namun tak apa, itu semua akan terbalaskan dengan suasana alam yang jarang kita lihat mungkin selama ini. Bayangkan saja ketinggiannya itu 1200 mdpl kalau di dunia pendakian gunung, ketinggian tersebut sudah masuk kategori gunung lho. Karena itu dataran ini yang sangat cocok untuk budidaya Kopi Arabika, Tembakau dan Damar.
![]() |
| Negeri Di Atas Awan |
Jika berada di Kota Takengon, indra penglihatan kita akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam yang luar biasa. Pemandangan indah akan kayanya alam nusantara ini. Kita akan melihat Danau Laut Tawar, yang begitu luas dan hampir tampak seluruh permukaannya. Serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menjadikan pemandangan kita seperti sebuah cawan berisikan air. Juga tidak kalah kerennya bangunan-bangunan rumah disekitar danau. Terlihat seperti sebuah dermaga yang sangat luas.
Pemandangan langit yang luas sejauh mata memandang. Dengan awan yang begitu jelas terlihat sangat dekat bagaikan kita sedang berada di atasnya. Serasa kita sedang berpijak di awan tersebut. Melihat gerakannya yang begitu cepat dan berubah-ubah layaknya perasaan manusia. Karena itu selalu mengucap syukur dengan semua nikmat yang tiada habisnya ini. Di tempat ini terdapat banyak objek wisata yang sangat mirip dengan sisi lainnya di negara Indonesia, yaitu Sumatera Barat. Dengan Danau Laut tawar layaknya Danau Maninjau, Puncak Pantan Terong layaknya Puncak Lawang, cerita rakyat Puteri Pukes menjadi batu seperti cerita Malin Kundang, Kopi Gayo dengan Kopi Lawang. Dan masih banyak lagi hal yang sangat mirip dari kedua daerah antara Aceh dan Sumbar.
Sebuah kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Kota Takengon berada di sisi barat danau ini. Masyarakat setempat menyebut danau ini dengan sebutan Danau Lut Tawar. Bentuk geologisnya yaitu memiliki luas 5.472 hektare dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km. Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³. Danau ini hidup berbagai macam hewan air tawar seperti ikan dan udang. Dan konon masyarakat setempat mengatakan bahwa disekitaran danau juga masih banyak habitat satwa langka seperti trenggiling, landak, siamang, kijang, kucing hutan dan harimau.
![]() |
| Danau Laut Tawar |
![]() |
| Pantan Terong Takengon |
Salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika berwisata ke takengon adalah wisata ke Loyang Puteri Pukes. Loyang adalah sebutan untuk gua/goa, sedangkan Puteri Pukes adalah legenda yang ada di daerah Kota Takengon. Untuk letak geografisnya gua ini berada di kaki bukit Kecamatan Kebayakan yaitu arah menuju ke Kecamatan Nosar Kabupaten Aceh Tengah, dimana untuk menuju lokasi ini dibutuhkan waktu sekitar 2 km menurun dari Kota Takengon.
![]() |
| Gua Puteri Pukes |
Gayo Highland dan Kopi Gayo
Gayo merupakan salah satu daerah yang berada di puncak bukit barisan. Dataran tinggi Gayo meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Bener Meriah serta kabupaten Gayo Lues. Gayo Highland atau yang dikenal dengan nama Bur Gayo (bur = Gunung/Bukit) oleh masyarakat sekitar. Banyaknya dataran tinggi di daerah Takengon menjadikannya mendapat sebutan negeri di atas awan dan Kota Seribu Gunung. Udara nya yang segar dan penampakan alam yang alami di puncak gayo membuat mata sangat fresh dan hati menjadi tentram.
Kawasan Gayo ini sangat terkenal dengan kopinya yaitu Kopi Gayo, ini juga salah satu yang membuat Aceh terkenal dengan kopinya. Biasanya kopi yang tumbuh di dataran tinggi mempunyai cita rasa yang nikmat dan khas. Kopi Gayo juga dikenal dengan nama Kopi Takengon. Kopi Gayo ini adalah salah satu jenis kopi arabica yang dulunya sangat langka dan hanya tumbuh di daerah afrika.
![]() |
| Kopi Gayo |
Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit informasi keindahan tempat-tempat yang akan kita saksikan bersama-sama, jika suatu sa...
Panorama Indah Sunset di Pulo Kapok, Aceh Besar. Ready paket Wisata 3h2m / 4h3m / 5h4m
Bagi Anda yang suka berburu sunset, Aceh merupakan salah satu lokasi yang pantas dikunjungi untuk hunting. Dengan pasir putih yang membentang di bibir pantai yang bisa kita lihat dari Aceh Besar hingga sebelah barat selatan sana, lokasinya sangat cocok untuk Anda berburu foto terbaik.
Tak jauh dari pusat Kota Aceh Kita bisa menuju Pantai Pulo Kapuk, pantai yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Lampuuk Aceh Besar. Pantai ini juga cocok untuk rekreasi keluarga di mana di sana juga terdapat Sungai Krueng Raba.
Sungai tersebut airnya jernih dan pastinya bisa dimanfaatkan untuk pemandian anak-anak. Selain itu yang punya hobi mancing juga bisa melempar kailnya baik di sungai maupun ke laut. karena di daerah ini terkenal dengan banyaknya ikan yang akan menghiasi harimu selama berada di kawasan ini, beraneka ragam jenis ikan yang ada membuat para pecinta memancing tergoda untuk terus berada disekitar daerah ini. Di sisi sungai juga tersedia pondok-pondok kecil untuk bersantai, mencicipi nikmatnya ikan bakar dari beberapa penyedia pondok bersantai dan pengunjung juga bisa merasakan segarnya air kelapa muda dan beberapa minuman lainnya.
Pantai ini patut dijadikan sebagai destinasi wisata Anda selanjutnya di Aceh.
Info lebih lanjut
Selamat datang di Blog PT. ASONANGGROE WISATA Tour & Travel . Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas sedikit info tempa...
Ayo jalan-jalan ke Bumi Aceh.... Ready 3h2m / 4h3m / 5h4m
Sejarah
Lukisan Kota Banda Aceh pada masa Kesultanan Aceh dari arah laut oleh François Valentijn (1724-1726)
Banda Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri). Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribukota di Kutaraja (Banda Aceh). (H. Mohammad Said a, 1981:157).
Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam.[2] Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.
Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.
Pada masa Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).
Pada masa agresi Belanda yang kedua, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43
Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2012 adalah sebesar 248.727 jiwa.
Letak astronomis Banda Aceh adalah 05°16'15"–05°36'16" Lintang Utara dan 95°16'15"–95°22'35" Bujur Timur dengan tinggi rata-rata 0,80 meter di atas permukaan laut.
Batas wilayah
Kota Banda Aceh berbatas dengan Selat Malaka di sebelah utara; Kabupaten Aceh Besar di sebelah timur dan selatan; dan Samudera Hindia di sebelah barat.
Iklim
Kota Banda Aceh (Jawoë: كوتا باندا اچيه) adalah salah satu kota yang berada di Aceh dan menjadi ibukota Provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai...
Objek Wisata Aceh / (Peninggalan Kerajaan Aceh) Ready Paket Wisata 3h2m / 4h3m / 5h4m
Kerajaan Aceh adalah sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar akhir abad ke 14 Masehi di wilayah yang secara administratif kini masu...
Budaya Aceh #Peumeulia Jamee Adat Geutanyoe.... Ready Paket Wisata 3h2m / 4h3m / 5h4m
Provinsi Aceh terdiri atas 11 suku, yaitu:
Suku Aceh (76% dari populasi provinsi aceh sensus tahun 2010)
Suku Tamiang (Di Kabupaten Aceh Tamiang sekitar 35%).
Suku Alas, Suku Haloban (Di Kabupaten Aceh Tenggara).
Suku Singkil (Di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam sekitar 40%)
Suku Aneuk Jamee dan Suku Kluet (Di Kabupaten Aceh Selatan sekitar 35%).
Suku Gayo (di Kabupaten Aceh Tengah 20%, Kabupaten Bener Meriah 20% dan Kabupaten gayo Lues sekitar 40%)
Suku Simeulue, Suku Devayan, Suku Sigulai (di Kabupaten Simeulue)
Masing-masing suku mempunyai budaya, bahasa dan pola pikir masing-masing.
Bahasa yang umum digunakan adalah Bahasa Aceh (76%) selain Bahasa Indonesia.
Di sana hidup adat istiadat Melayu, yang mengatur segala kegiatan dan tingkah laku warga masyarakat bersendikan hukum Syariat Islam. Penerapan syariat Islam di provinsi ini bukanlah hal yang baru. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, tepatnya sejak masa kesultanan, syariat Islam sudah meresap ke dalam diri masyarakat Aceh.
Sejarah
Sejarah menunjukkan bagaimana rakyat Aceh menjadikan Islam sebagai pedoman dan ulama pun mendapat tempat yang terhormat. Penghargaan atas keistimewaan Aceh dengan syariat Islamnya itu kemudian diperjelas dengan Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 menggenai Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh. Dalam UU No.11 Tahun 2006 mengenai Pemerintahan Aceh, tercantum bahwa bidang al-syakhsiyah (masalah kekeluargaan, seperti perkawinan, perceraian, warisan, perwalian, nafkah, pengasuh anak dan harta bersama), mu`amalah (masalah tatacara hidup sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual-beli, sewa-menyewa, dan pinjam-meminjam), dan jinayah (kriminalitas) yang didasarkan atas syariat Islam diatur dengan qanun (peraturan daerah).
Undang-undang memberikan keleluasaan bagi Aceh untuk mengatur kehidupan masyarakat sesuai dengan ajaran Islam. Sekalipun begitu, pemeluk agama lain dijamin untuk beribadah sesuai dengan kenyakinan masing-masing. Inilah corak sosial budaya masyarakat Aceh, dengan Islam agama mayoritas di sana tapi provinsi ini pun memiliki keragaman agama.
Keanekaragaman seni dan budaya menjadikan provinsi ini mempunyai daya tarik tersendiri. Dalam seni sastra, provinsi ini memiliki 80 cerita rakyat yang terdapat dalam Bahasa Aceh, Aneuk Jame, Tamiang, Gayo, Alas, haloban, kluet. Bentuk sastra lainnya adalah puisi yang dikenal dengan hikayat, dengan salah satu hikayat yang terkenal adalah Hikayat Prang Sabi (Perang Sabil).
Seni tari Aceh juga mempunyai keistimewaan dan keunikan tersendiri, dengan ciri-ciri antara lain pada mulanya hanya dilakukan dalam upacara-upacara tertentu yang bersifat ritual bukan tontonan, kombinasinya serasi antara tari, musik dan sastra, ditarikan secara massal dengan arena yang terbatas, pengulangan gerakan monoton dalam pola gerak yang sederhana dan dilakukan secara berulang-ulang, serta waktu penyajian relatif panjang.
Tari-tarian yang ada antara lain Seudati, Saman, Rampak, Rapai, dan Rapai Geleng. Tarian terakhir ini paling terkenal dan merupakan perpaduan antara tari Rapai dan Tari Saman.
Dalam bidang seni rupa, Rumoh Aceh merupakan karya arsitektur yang dibakukan sesuai dengan tuntutan budaya waktu itu. Karya seni rupa lain adalah seni ukir yang berciri kaligrafi. Senjata khas Aceh adalah Rencong. Pada dasarnya perpaduan kebudayaan antara mengolah besi (metalurgi) dengan seni penempaan dan bentuk. Jenis rencong yang paling terkenal adalah siwah.
Suku bangsa Aceh menyenangi hiasan manik-manik seperti kipas, tudung saji, hiasan baju dan sebagainya. Kemudian seni ukir dengan motif dapat dilihat pada hiasan-hiasan yang terdapat pada tikar, kopiah, pakaian adat, dan sebagainya.
Bercocok tanam yang dimulai sejak pembukaan lahan. Dalam hal ini, ada lembaga/instansi adat yang
Sistem pengelolaan hutan sebagai lahan bercocok tanam, fungsi Petua Seuneubôk tak dapat dinafikan. Seuneubôk sendiri maknanya adalah suatu wilayah baru di luar gampông yang pada mulanya berupa hutan. Hutan tersebut kemudian dijadikan ladang. Karena itu, pembukaan lahan seuneubôk harus selalu memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi anggota seuneubôk dan lingkungan hidup itu sendiri. Maka fungsi Petua Seuneubôk menjadi penting dalam menata bercocok tanam, di samping kebutuhan terhadap Keujruen Blang.
Bagi masyarakat Aceh terdapat sejumlah aturan yang sudah hidup dan berkembang sejak zaman dahulu. Kearifan masyarakat Aceh juga terdapat dalam larangan menebang pohon pada radius sekitar 500 meter dari tepi danau, 200 meter dari tepi mata air dan kiri-kanan sungai pada daerah rawa, sekitar 100 meter dari tepi kiri-kanan sungai, sekitar 50 meter dari tepi anak sungai (alue).
Selain itu, dalam adat Aceh dikenal pula sejumlah pantangan saat membuka lahan di wilayah seuneubôk. Pantangan itu seperti peudong jambô (mendirikan gubuk). Jambô atau gubuk tempat persinggahan melepas lelah sudah tentu ada di setiap lahan. Dalam adat meublang (bercocok tanam), jambô tidak boleh didirikan di tempat lintasan binatang buas atau tempat-tempat yang diyakini ada makhluk halus penghuni rimba. Bahan yang digunakan untuk penyangga gubuk juga tidak boleh menggunakan kayu bekas lilitan akar (uroet), karena ditakutkan akan mengundang ular masuk ke jambô tersebut.
Ada pula pantang daruet yang maksudnya anggota seuneubôk dilarang menggantung kain pada pohon, mematok parang pada tunggul pohon, dan menebas (ceumeucah) dalam suasana hujan. Hal ini karena ditakutkan dapat mendatangkan hama belalang (daruet).
Selain itu, di dalam kebun (hutan) juga dilarang berteriak-teriak atau memanggil-manggil seseorang saat berada di hutan/kebun. Hal ini ditakutkan berakibat mendatangkan hama atau hewan yang dapat merusak tanaman, seperti tikus, rusa, babi, monyet, gajah, dan sebagainya.
Disebutkan pula bahwa dalam adat Aceh terdapat pantangan masuk hutan atau hari-hari yang dilarang. Karena orang Aceh kental keislamannya, hari yang dilarang itu biasanya berkaitan dengan “hari-hari agama”.
Aceh juga mencatat sejumlah larangan atau pantangan dalam perilaku. Hal ini seperti memanjat atau melempar durian muda, meracun ikan di sungai atau alue, berkelahi sesama orang dewasa dalam kawasan seuneubôk, mengambil hasil tanaman orang lain semisal buah rambutan, durian, mangga, dll., walaupun tidak diketahui pemiliknya, kecuali buah yang jatuh. Larangan tersebut tentunya menjadi cerminan sikap kejujuran dalam kehidupan di bumi yang mahaluas ini.
Dalam bersawah (meupadé), juga terdapat sejumlah ketentuan demi keberlangsungan kenyamanan dan keamanan bercocok tanam. Hal ini seperti hanjeut teumeubang watèe padé mirah. Maksudnya adalah tidak
Budaya Aceh merupakan kumpulan budaya dari berbagai suku di Aceh, Indonesia. Provinsi Aceh terdiri atas 11 suku, yaitu: Suku Ace...
Objek Wisata Sabang, surganya Travellers Ready Paket Wisata 3h2m / 4h3m / 5h4m
Pantai Sumur Tiga menawarkan keindahan alam bahari dengan lingkungan yang masih alami. Langitnya yang bersih membuat pantai ini menjadi tempat ideal untuk memandangi keindahan matahari terbit. Apalagi pantai ini berada di sisi timur Pulau Weh. Di sisi lain, sepanjang pinggiran pantai ini masih dipadati pepohonan kelapa, yang meneduhkan pada waktu terik matahari menyengat kulit.
Wisatawan lokal dan asing terpikat mendatangi pantai ini silih berganti. Banyak wisatawan yang tak siap dengan pakaian ganti memilih duduk manja ataupun bermain pasir di pinggiran pantai. Namun, banyak pula wisatawan yang tak kuasa menahan hasratnya untuk berenang dan menyelam kendati tak berpakaian renang.
Bagi wisatawan asing atau ekspatriat, pantai ini menjadi surga menyelam ringan (snorkeling). Tanpa sungkan mereka membawa peralatan menyelam sendiri demi menikmati keindahan bawah laut Pantai Sumur Tiga.
Selain menyelam, wisatawan asing pun bisa bermanja membiarkan tubuh tersengat cahaya matahari alias berjemur di pantai ini. Tanpa malu-malu, para wisatawan asing rebahan di atas pasir putih Pantai Sumur Tiga.
Wisatawan lokal dan asing jangan ragu dan takut untuk menyelam dan berjemur di pantai ini. Pantai ini adalah oasis di tengah berlakunya hukum syariat Islam di ”Bumi Serambi Mekkah”. Pantai ini memungkinkan wisatawan bisa menikmati dengan optimal keindahan alam bahari ”Tanah Rencong”.
Keunikan lain pantai ini terdapat tiga sumur yang berair tawar. Padahal, sumur ini jaraknya hanya 15 meter dari laut. Tiga sumur menjadi ikon kawasan ini sekaligus menjadi cikal bakal nama pantai.
Pulau Klah ini memang tidak terlalu besar memang, namun keindahan alamnya sangat mempesona, dengan suasana tenang dan damai, sangatlah cocok bagi anda yang tidak suka dengan kebisingan, melepas penat dari hiruk pikuk kota yang melelahkan.
Di sekitar pantai pulau klah ini, terdapat batu-batu karang yang terjal yang melengkapi keindahan pulau ini.Pulau klah ini berada di pada perputaran dan pertemuan arus masuk dan arus keluarnya air Laut. Sehingga terdapat habitat ikan yang mendiami perairan ini, contohnya seperti ikan cakalang dan ikan layaran, apalagi jika sedang panen, akan ada bazar ikan besar-besaran di tepi Pantai Kreung Raya yang ada di seberang Pulau Klah ini.
Anda juga bisa melakukan diving, surfing, dan snorkling di pantai pulau Klah ini, panorama yang ada di bawah lautnya juga tidak kalah di bandingkan dengan pantai-pantai lainnya, apalagi kalau sedang sunset, di pulau yang tenang ini, akan sangat menyenangkan bila anda menyaksikannya bersama orang-orang terkasih, sambil barbeque ria di pinggigran pantai.
Untuk masalah penginapan, tenang saja, jika anda enggan beranjak dari pulau kecil nan indah ini, anda bisa menginap disana, di Pulau Klah ini sudah ada beberapa penginapan dan juga bungalow yang berjajar di pinggiran pulau Klah tersebut, jadi anda tetap bisa menikmati panorama Laut yang indah dari balkon penginapan-penginapan dan bungalow disana.
Bagi anda yang suka dengan camping menjadi plihan yang tepat untuk anda berlibur bersama teman-teman anda.
Jalan menuju ke pulau Klah ini jalur transportasi laut yaitu dengan menggunakan perahu dari kota Sabang.
Pulau Klah adalah pulau yang tidak berpenghuni, namun di sana terdapat berbagai aktivitas warga salah satunya adalah aktivitas warga dalam budidaya ikan kerapu di sekitar bibir pantai, ini tentu saja menjadi pemandangan langka untuk anda kunjungi.
Mereka yang datang selain hanya untuk sekedar bermain di pantai, ada juga yang berkeliling pulau, bahkan ada pula yang snorkeling menikmati pemandangan indah bawah laut pulau ini.
Air laut di pulau ini sangat jernih dan bersih. Bahkan pengunjung dapat melihat pemandangan bawah laut dari atas air sampai dengan kedalaman 15 meter.
Tak jarang pengunjung akan melihat sekumpulan ikan laut yang berenang di sela-sela terumbu karang. Jenis ikan yang sering ditemukan disini antara lain seperti ikan Bendera, ikan Kepe-kepe, ikan Botana Biru, ikan Sersan, Kerapu, ikan Mayor, ikan Putri Bali dan masih banyak jenis ikan lainnya yang terdapat di pulau ini.
Selain itu juga terdapat berbagai macam jenis biota laut lainnya yang terdapat di pulau ini, seperti bintang laut, bunga lili, cumi-cumi dan berbagai macam terumbu karang. Terumbu karang yang yang terdapat disini mulai dari karang yang keras sampai yang lunak, dengan berbagai bentuk dan warna. Seperti karang meja dan karang tanduk.
Di pulau ini pun terdapat lokasi tempat transplantasi karang. Yaitu tempat pembibitan batu karang yang dilakukan oleh beberapa lembaga. Pengunjung dapat melihatnya saat sedang melakukan snorkeling, karena memang lokasinya berada di dasar laut. Pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak membawa peralatan snorkeling.
Kebiasaan pengunjung yang bertandang ke sini adalah untuk bersantai-santai dan berfoto. Banyak sekali spot indah untuk berfoto, salah satunya di antara bebatuan karang. Hempasan ombak pada batu karang depan benteng seperti adegan dalam film saja.
Namun saya pribadi lebih suka bertandang ke sini untuk bersantai dengan melihat sunrise atau sunset. Jika ada survey untuk memilih spot terindah untuk menikmati sunset maka saya akan memilih Benteng Jepang Anoi Itam sebagai salah satu spot terindah. Bagi penggila sunset maka tempat ini wajib masuk dalam list yang harus dikunjungi.
Hamparan rerumputan hijau seolah berubah menjadi permadani yang digelar. Begitu melihatnya langsung saja rasanya ingin merebahkan diri. Ditambah terpaan angin laut yang sepoi-sepoi menambah kenikmatan bersantai. Seakan-akan dunia menjadi milik kita. Tempat ini memang sungguh luar biasa. Maha cipta sang kuasa yang tiada duanya. Dari segi kebersihannya pun patut diancungi jempol. Tidak ada kotoran binatang yang berserak ditanah.
Jika anda beruntung, disekitaran tebing segerombolan ikan berwarna-warni akan terlihat melintas. Dari ketinggian lebih kurang empat puluh meter gerombolan ikan akan terlihat jelas meliuk-liuk mencari makan diantara karang-karang yang ada.
Masyarakat setempat biasanya juga mencari ikan disekitaran tebing benteng. Banyak jenis ikan disini. Bagi anda yang suka mancing kawasan ini menjadi tempat yang saya rekomendasikan untuk melakukan aktivitas mancing.
Dan inilah sedikit rincian tentang calon Objek wisata yang akan kita kunjungi nantinya jika anda berkenan hadir ke Sabang bersama kami. Kami siap melayani anda 100 % full nyaman, dan anda puas...
Tidak ada satu tempat pun yang tidak menarik jika kita hendak mengunjungi Sabang. Semuanya sangat-sangat indah, menarik dan luar biasa. Sub...
Mengunjungi Kota Banda Aceh dan Sabang Ready Paket Wisata 3h2m / 4h3m / 5h4m
Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam.[2] Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.
Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.
Pada masa Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).
Pada masa agresi Belanda yang kedua, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43
Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2012 adalah sebesar 248.727 jiwa.
Jadwal Terbaru Keberangkatan/Kedatangan Kapal Penumpang Penyeberangan
No.
|
Nama Kapal
|
Rute Pelayaran
|
Hari
|
Waktu Berlayar
|
Waktu Sandar/Tiba
|
Trip
|
Ket
|
1.
|
KMP. BRR (Kapal Lambat)
dan KMP. Tanjung Burang (Kapal Lambat)
|
Balohan – Ulee Lheue
|
Senin, Selasa, Rabu,
Kamis, Sabtu dan Minggu
|
08.00 Wib
11.00 Wib
16.00 Wib
|
10.00 Wib
13.00 Wib
18.00 Wib
|
1
2
3
|
|
Jum’at
|
08.00 Wib
14.00 Wib
16.00 Wib
|
10.00 Wib
16.00 Wib
18.00 Wib
|
1
2
3
|
||||
Ulee Lheue - Balohan
|
Senin, Selasa, Rabu,
Kamis, Sabtu dan Minggu
|
08.00 Wib
11.00 Wib
16.00 Wib
|
10.00 Wib
13.00 Wib
18.00 Wib
|
1
2
3
|
|||
Jum’at
|
08.00 Wib
14.00 Wib
16.00 Wib
|
10.00 Wib
16.00 Wib
18.00 Wib
|
1
2
3
|
||||
2.
|
KM. Express Cantika 89
(Kapal Cepat)
|
Balohan – Ulee Lheue
|
Senin s/d Minggu
|
08.00 Wib
14.30 Wib
|
08.45 Wib
15.15 Wib
|
1
2
|
|
Ulee Lheue - Balohan
|
Senin s/d Minggu
|
09.30 Wib
16.00 Wib
|
10.15 Wib
16.45 Wib
|
1
2
|
Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-pu...
FACEBOOK FANSPAGE
Pesan Tiket / Tour
Popular Posts
Blog Archive
Labels
Gampong Lamseupeung. Jalan T. Imuem Lueng Bata No. 77 Banda Aceh, 23249. Telp : (0651) 7559333 WA / Call : 0823 6120 6130 / 0821 6347 6464 Email : aso_wisata@yahoo.com / deviyanti_mpi77@yahoo.com






































